Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Yasmudi, Tukang Pijat yang Sering Ditendang Pasien

Tidak semua orang bisa menjalankan profesi sebagai tukang pijat sapi.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Gusti Sawabi
zoom-in Yasmudi, Tukang Pijat yang Sering Ditendang Pasien
Bangka Pos/Agus Nuryadhyn
Sapi kurban 

"Kalau sapi tidak terlalu capek cukup satu botol. Kalau sakitnya parah dan besar bisa butuh 3-6 botol balsem gosok yang paling panas," tuturnya.

Setiap hari, terlebih menjelang hari raya kurban, order memijat sapi terus berdatangan. Ia bisa memijat 1 - 4 ekor sapi setiap hari, bahkan pada waktu tengah malam pun Yasmudi kerjakan.

Order datang tidak hanya dari Kabupaten Magelang tetapi sudah sampai Kota Magelang dan Yogyakarta. "Saya tidak mematok ongkos memijat. Semampunya saja," ucap dia yang sehari-hari juga sebagai petani ini.

Nur Waluyo, salah satu peternak sapi di Desa Polengan Kecamatan Srumbung, mengaku rutin memakai jasa Yasmudi untuk memijat sapi-sapi miliknya.

Nur mengakui memijat sapi adalah pekerjaan yang tidak mudah dan memiliki tingkat resiko tinggi. Dia pun biasa memberi ongkos pijat sesuai resiko itu.

"Kalau sapi saya sedang benar-benar sakit dan berukuran besar, saya beri lebih banyak Rp 50.000 - Rp 200.000 per ekor. Karena dia (pemijat) bisa saja kena tendangan kaki sapi, bisa berbahaya," ujarnya. (Kontributor Magelang, Ika Fitriana)

Rekomendasi Untuk Anda
Sumber: Kompas.com
Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas