Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Open BO Jajakan Gadis di Bawah Umur, Muncikari di Solo Ditangkap, Dapat Rp 300 Ribu Sekali Transaksi

Muncikari di Kota Solo ditangkap karena menjajakan gadis di bawah umur dalam prostitusi online.

Open BO Jajakan Gadis di Bawah Umur, Muncikari di Solo Ditangkap, Dapat Rp 300 Ribu Sekali Transaksi
TribunSolo.com/Fristin Intan
Polisi mengungkap komplotan germo yang tega menjajakan gadis di bawah umur yang beroperasi di Kota Solo di Mapolresta, Rabu (10/3/2021). 

TRIBUNNEWS.COM - Tiga muncikari di Kota Solo, Jawa Tengah, diamankan polisi karena telah menjajakan anak di bawah umur dalam prostitusi online.

Ketiganya adalah Langit (33), WES (21), dan DAH (20).

Dikutip Tribunnews dari Kompas.com, mereka diamankan di sebuah hotel di wilayah Gilingan, Banjarsari, Kota Solo pada Sabtu (6/3/2021) siang.

Pihak Polresta Solo mengetahui adanya dugaan eksploitasi anak di bawah umur saat melakukan patroli siber.

Selanjutnya, tim siber menemukan ada indikasi seseorang meneruskan informasi elektronik yang mengandung unsur kesusilaan di Facebook.

Baca juga: Tahun 2020 Angka Kekerasan pada Perempuan di Solo Raya Meningkat, KDRT Dominan selama Pandemi

Baca juga: Heboh Penemuan Ular Mematikan di Lapangan Sewu Solo, Jumlahnya 11 Ekor dan Berjenis Viper

Diketahui, akun tersebut milik Langit yang diberi nama Kunthull Bae.

Kapolresta Solo, Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak, memberikan keterengan pers dalam ungkap kasus dugaan eksploitasi anak di bawah umur di Mapolresta Solo, Rabu (10/3/2021).
Kapolresta Solo, Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak, memberikan keterengan pers dalam ungkap kasus dugaan eksploitasi anak di bawah umur di Mapolresta Solo, Rabu (10/3/2021). (KOMPAS.com/LABIB ZAMANI)

"Kemudian ditindak lanjuti dengan penyelidikan akun Facebook pelaku," ujar Kapolresta Solo, Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak, Rabu (10/3/2021).

"Tersangka Langit ini mentransmisikan informasi elektronik berupa percapakan yang mentransmisikan tawaran open BO."

"Ketika ada pelanggan yang tertarik pelaku memberikan komentar yang isinya nomor WA," tambahnya.

Menurut penuturan Ade, diketahui ada tiga korban di bawah umur, yakni ND (15), D (16), dan R (16).

Halaman
1234
Ikuti kami di
Penulis: Pravitri Retno Widyastuti
Editor: Garudea Prabawati
Sumber: TribunSolo.com
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas