Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Kabar Terbaru Tsunami di Banten dan Lampung, 29 Korban Tewas dan Pernyataan Sutopo

Dampak dari tsunami yang menerjang pantai di sekitar Selat Sunda, khususnya di Kabupaten Pandenglang, Lampung Selatan dan Serang terus bertambah.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Whiesa Daniswara
Editor: Siti Nurjannah Wulandari
zoom-in Kabar Terbaru Tsunami di Banten dan Lampung, 29 Korban Tewas dan Pernyataan Sutopo
istimewa
Tsunami Pantai Anyer Banten dan Lampung Selatan sampai Minggu (23/12/2018) korban terus bertambah. 

BMKG telah menyampaikan secara resmi bahwa tsunami telah terjadi dan menerjang beberapa wilayah pantai di Selat Sunda, diantaranya di pantai di Kabupaten Pandeglang, Serang, dan Lampung Selatan.

Tsunami terjadi pada Sabtu (22/12/2018), sekitar pukul 21.27 WIB.

Baca: BREAKING NEWS - BNPB Pastikan Kejadian di Pantai Anyer Tsunami, 20 Orang Tewas dan 165 Luka-Luka

Tsunami bukan dipicu oleh gempabumi.

Tidak terdeteksi adanya aktivitas tektonik.

Kemungkinan tsunami terjadi akibat longsor bawah laut karena pengaruh dari erupsi Gunung Anak Krakatau.

Pada saat bersamaan terjadi gelombang pasang akibat pengaruh bulan purnama.

Baca: BREAKING NEWS: 29 Korban Tewas Akibat Tsunami Pantai Anyer Dievakuasi

Jadi ada kombinasi antara fenomena alam yaitu tsunami dan gelombang pasang.

Rekomendasi Untuk Anda

"Benar, ada tsunami yang menerjang pantai di Selat Sunda pada 22/12/2018, 20.27 WIB," tulis Sutopo dalam akun Twitternya @Sutopo_PN.

"Penyebab tsunami bukan gempabumi. Namun kemungkinan adanya longsor bawah laut pengaruh erupsi Gunung Anak Krakatau. Bersamaan dengan adanya gelombang pasang akibat bulan purnama," tulis Sutopo.

Baca: Saat Tsunami Terjadi Sedang Manggung di Pantai Carita, Grup Band Seventeen Belum Ditemukan

Sutopo menyebut tsunami di Selat Sunda termasuk langka.

"Feomena tsunami di Selat Sunda termasuk langka. Letusan Gunung Anak Krakatau juga tidak besar," tulis Sutopo.

"Tremor menerus namun tidak ada frekuensi tinggi yang mencurigaikan. Tidak ada gempa yang memicu tsunami saat itu. Itulah sulitnya menentukan penyebab tsunami di awal kejadian," lanjutnya.

(Tribunnews.com/Whiesa)

Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas