Ia mengatakan, saat istri korban berada di sana, pihak kepolisian menyuruhnya untuk pulang dan menyarankan agar menjenguk suaminya nanti saat berada di pengadilan.
Setelah itu, istrinya pun pulang dan tidak ada menjenguk suaminya lagi.
Namun, pada Minggu (23/8/2021) kemarin, petugas Polsek Medan Kota menghubungi Fitri, mengabarkan Aryes Prayudi Ginting sudah meninggal dunia di Rumah Sakit Bhayangkara Tingkat II Medan.
"Mendengar kabar itu, keluarga langsung berangkat ke rumah sakit. Sampai di sana keluarga sempat tidak diizinkan untuk membawa jenazah korban," sebutnya.
Baca juga: Istri Habisi Suami karena Sakit Hati Kerap Dianiaya, Cerita ke Anak-anak setelah Melakukan Aksinya
Sa'i menambahkan, pihak kepolisian berdalih agar proses pemakaman ditangani polisi.
Namun keluarga menolak untuk itu.
"Karena ada keluarga mereka juga anggota polisi, lalu jenazah suaminya diizinkan untuk dibawa pulang, setelah berunding," tuturnya.
Lebih lanjut, dia menyebutkan saat tiba di rumah duka kondisi jenazah telah babak blur seperi bekas dianiaya.
"Saat tiba di rumah, keluarga melihat wajah dan dada korban membengkak serta pada bagian lehernya juga tampak membiru," pungkasnya.
Sementara itu, Kapolsek Medan Kota, Kompol Rikki Ramadhan malah mengaku tidak tahu ada tahanannya yang meninggal dalam kondisi tidak wajar.
"Kapan meninggalnya ya, dan dimana," katanya singkat.
(Tribun-Medan.com/Goklas Wisely)
Artikel ini telah tayang di Tribun-Medan.com dengan judul Tahanan Tewas Wajah dan Tubuh Lebam, Wakapolsek Medan Kota: Itu Getah Bening