Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun Kesehatan
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Virus Corona

Mengejutkan, Ahli Masih Temukan Jejak Virus Corona pada Pasien yang Dinyatakan Sembuh

Data South China Morning Post menunjukkan, Provinsi Hubei memiliki 411 kasus yang baru dikonfirmasi dan 115 kematian.

Mengejutkan, Ahli Masih Temukan Jejak Virus Corona pada Pasien yang Dinyatakan Sembuh
AFP/STR
Seorang paramedis laboratorium memegang sampel virus di laboratorium Hengyang, Provinsi Henan, China, Rabu (19/02/2020). Data terakhir tercatat korban tewas akibat epidemi virus coronavirus COVID-19 melonjak menjadi 2.112 dan pada Kamis (20/02/2020) ada 108 orang lagi meninggal di Provinsi Hubei, Kota pusat penyebaran yang paling parah dari wabah Corona tersebut. (STR/AFP)/China OUT 

TRIBUNNEWS.COM, BEIJING - Wabah virus corona di China membalikkan tren penurunan pada hari Jumat (21/2/2020). elansir South China Morning Post mengabarkan, ada 899 kasus baru dan 118 kematian yang dilaporkan.

Padahal sehari sebelumnya, jumlah infeksi baru turun ke titik terendah dalam beberapa minggu.

Data South China Morning Post menunjukkan, Provinsi Hubei memiliki 411 kasus yang baru dikonfirmasi dan 115 kematian.

Sbagai perbandingan, sehari sebelumnya kasus yang dikonfirmasi dan kematian masing-masing 349 dan 108 kasus.

Para ahli memperingatkan, angka korban wabah masih berfluktuasi, sehingga hal ini mungkin menunjukkan krisis belum mencapai puncaknya.

Namun, untuk pertama kalinya jumlah pasien yang pulih melampaui angka 2.000.

Menurut Komisi Kesehatan Nasional China, sudah ada 2.019 pasien yang telah pulih pada hari Jumat. Sehingga, jumlah total pasien yang sehat kembali menjadi 18.264.

Baca: Sopir Ungkap Kebaikan Almarhum Ashraf Sinclair, Suka Memberi Makan Kucing di Mana Saja

Sejauh ini, ada 2.236 kematian di daratan China dari Covid-19 dan 75.465 kasus.

Pasien yang pulih masih terinfeksi

Sayangnya, dalam penilaian yang suram, seorang ahli penyakit pernapasan utama China menggambarkan situasi epidemi sebagai "pertempuran besar", meskipun ada penurunan dalam kasus harian yang tercatat beberapa hari terakhir.

Baca: Bikin Miris, Siswi SMA Buang Bayi Hasil Hubungan Intim dengan Adik Kandung Kelas 6 SD

“Kita seharusnya tidak boleh lengah. Angka itu mungkin naik lagi,” kata Zhao Jianping, kepala tim ahli yang berupaya mengatasi wabah di Hubei.

Baca: New Alphard dan New Vellfire Kini Dilengkapi Fitur Keselamatan Tertinggi, Toyota Safety Sense

Zhao mengatakan kepada majalah Southern People Weekly bahwa ada kasus di China di mana pasien yang sudah sembuh terus menunjukkan jejak virus melalui tes asam nukleat.

Ada hasil serupa di Kanada, di mana usap hidung dan tenggorokan yang diambil dari pasangan yang telah pulih dari Covid-19 mengungkapkan mereka masih memiliki jejak virus.

Laporan Barratut Taqiyyah Rafie/Sumber: The Straits Times/South China Morning Post

Editor: Choirul Arifin
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas