Kata Suhartoyo usai Terpilih Jadi Ketua MK Gantikan Anwar Usman: Jabatan Bukan Saya yang Minta
Suhartoyo terpilih sebagai Ketua MK menggantikan Anwar Usman. Suhartoyo menyebut tidak pernah meminta jabatan tersebut.
Penulis: Jayanti TriUtami
Editor: Suci BangunDS
"Kalau yang substansial tunggu saya jadi ketua, sekarang saya belum jadi ketua, sabar dulu," tukas Suhartoyo.
Rekam Jejak Suhartoyo
Baca juga: Ganjar Pranowo Harap Suhartoyo Kembalikan Marwah MK
Dr. Suhartoyo, S.H., M.H. lahir di Sleman, Yogyakarta pada 15 November 1959.
Dilansir situs resmi Mahkamah Konstitusi, ia menikah dengan Sustyowati dan dikarunai tiga anak.
Mereka adalah Dhesga Selano Margen, Sondra Mukti Lambang Linuwih, dan Jeshika Febi Kusumawati.
Suhartoyo mengenyam pendidikan sarjana di Universitas Islam Indonesia (1983), dan melanjutkan program magister di Universitas Taruma Negara (2003).
Sementara itu, program doktor ia raih di Universitas Jayabaya (2014).
Suhartoyo memulai kariernya sebagai seorang calon hakim di Pengadilan Negeri Bandar Lampung pada 1986.
Ia bertugas di Lampung dan Bengkulu selama lima belas tahun.
Pertama, menjabat sebagai Hakim Pengadilan Negeri Curup (1989-1995). Kemudian Hakim Pengadilan Negeri Metro (1995-1999).
Lalu, sebagai Wakil Ketua Pengadilan Negeri Kotabumi (1999-2001).
Baca juga: Terpilih Jadi Ketua MK, Suhartoyo Terima Kritikan Publik Sebagai Bahan Evaluasi
Ia kemudian pindah menjadi hakim di Pengadilan Negeri Tangerang (2001-2004) sebelum kembali ditempatkan di luar Pulau Jawa sebagai Ketua Pengadilan Negeri Praya (2004-2006).
Secara berturut-turut, pria berusia 64 tahun itu menjabat sebagai Hakim Pengadilan Negeri Bekasi (2006-2009), Wakil Ketua (2009-2010) dan Ketua (2010) di Pengadilan Negeri Pontianak, Wakil Ketua Pengadilan Negeri Jakarta Timur (2010-2011), serta Ketua Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (2011).
Pada 2011, ia naik pangkat menjadi Hakim Pengadilan Tinggi Denpasar, jabatan yang ia emban pada saat terpilih menjadi hakim konstitusi.
Ia terpilih menjadi Hakim Konstitusi menggantikan Ahmad Fadlil Sumadi yang habis masa jabatannya sejak 7 Januari 2015 lalu.
Pada 17 Januari 2015, pria kelahiran Sleman ini mengucap sumpah di hadapan Presiden Joko Widodo.
(Tribunnews.com/Jayanti Tri Utami/Muhamad Deni)