Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Pedagang Minta PD Pasar Jaya Segera Bangun Blok VI Pasar Senen

Pedagang yang menempati kios di Pasar Inpres Senen di Blok VI, Jakarta Pusat, mengaku resah pada kondisi bangunan

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Wahyu Aji
zoom-in Pedagang Minta PD Pasar Jaya Segera Bangun Blok VI Pasar Senen
Wahyu Aji/Tribunnews.com
Kondisi Pasar Senen, Jakarta Pusat, Kamis (6/3/2014). 

"Pedagang kurang sabar dan harus buru-buru, padahal PD Pasar Jaya sudah ada keinginan untuk membangun kembali," katanya.

Menurutnya, dari 2.237 pedagang, sebanyak 1.700 merupakan pedagang pakaian, alat tulis, dan barang lainnya. Sementara sisanya, sebanyak 600 pedagang merupakan pedagang basah atau pangan.

Dikatakan, kendala pembangunan karena masih adanya sejumlah pedagang terutama pedagang pangan yang menolak desain yang ditawarkan PD Pasar Jaya pada 2012 lalu.

"Pada 2012 lalu kami sudah memaparkan rencana pembangunan. Ketika kami tampilkan gambar masih ada yang tidak setuju. Padahal untuk merehabilitasi pasar harus ada persetujuan dari 60 persen eksisting," kata Benyamin.

Dijelaskan, para pedagang pangan menuntut agar diberikan tempat di lantai dasar. Sementara hal itu tidak diizinkan oleh Dinas Pengawasan dan Penertiban Bangunan.

"Rencananya pasar akan dibangun menjadi enam lantai, tapi pedagang pangan menuntut harus berada di lantai dasar," katanya.

Menurutnya, PD Pasar Jaya berupaya mengakomodir hal itu. Salah satu solusinya yakni dengan menempatkan pedagang pangan di semi basement. Selain itu, sarana parkir di sekitar los pedagang pangan juga diperluas hingga dapat digunakan untuk drop off barang.

Rekomendasi Untuk Anda

Benyamin mengakui, terjadinya penurunan jumlah pengunjung. Hal itu disebabkan bangunan pasar yang sudah tua dan kumuh. Selain itu Laboratorium Universitas Indonesia (UI) merekomendasikan besi-besi penyangga bangunan pasar hanya mampu bertahan hingga Juni 2014.

"Jika pada Juni 2014 belum juga dibangun maka kami harus mengajukan penambahan tiang penyangga," jelasnya.

Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas