Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Pemuda di Denpasar Ini Gerayangi Gadis Berusia 13 Tahun yang Tidur di Samping Ibunya

Tindak pidana yang dilakukan 7 November 2019 sekitar pukul 02.30 Wita di sebuah kamar kos di seputaran Jalan Kartika Plaza, Kuta, Badung

Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Eko Sutriyanto
zoom-in Pemuda di Denpasar Ini Gerayangi Gadis Berusia 13 Tahun yang Tidur di Samping Ibunya
ist
ilustrasi pencabulan 

Laporan Wartawan Tribun Bali Putu Candra

TRIBUNNEWS.COM, BALI - Apa yang dilakukan Mukhamad Afifudin alias Udin (26) benar-benar nekad.

Ia menggerayangi gadis berusia 13 tahun yang tengah tertidur bersama ibundanya di kamar.

Tindak pidana yang dilakukan 7 November 2019 sekitar pukul 02.30 Wita di sebuah kamar kos di seputaran Jalan Kartika Plaza, Kuta, Badung.

Kala itu, terdakwa awalnya mengirim pesan singkat ke korban melalui aplikasi whatsapp (WA).

Namun karena chatnya tak kunjung dibalas, terdakwa kemudian mendatangi kamar yang ditempati saksi korban bersama ibu dan ayahnya.

Melihat saksi korban tertidur, terdakwa langsung melancarkan aksi bejatnya.

Rekomendasi Untuk Anda

Padahal saat itu saksi korban sedang tidur disamping ibunya, saksi TM.

Lalu terdakwa menghampiri saksi korban yang tertidur pulas dan menggerayangi tubuh gadis yang berusia 13 tahun itu.

Beruntung saksi TM terbangun dari tidurnya dan langsung berteriak sehingga terdakwa pun langsung kabur terbirit-birit. 

Baca: Disebut Settingan, Dewi Perssik Tak Segan Tunjukkan Wajah Asli Netizen: Alamat Sudah di Tangan Kami

Buntut dari perbuatannya itu, Mukhamad Afifudin alias Udin (26) diganjar pidana penjara selama lima tahun oleh majelis hakim di persidangan yang digelar secara teleconference di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar, Selasa (21/4/2020).

Udin divonis terbukti bersalah lantaran melakukan tindak pidana pencabulan terhadap anak dibawah umur berinisial YE (13).

Terhadap putusan majelis hakim pimpinan I Ketut Kimiarsa itu, terdakwa Udin yang menjalani sidang di Lapas Kelas IIA Kerobokan, didampingi tim penasihat hukumnya dari Pos Bantuan Hukum (PBH) Peradi Denpasar hanya bisa pasrah menerima.

Di sisi lain, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Ni Luh Wayan Adhi Antari menyatakan belum menerima atau banding. "Pikir-pikir Yang Mulia," ucapnya.

Sebelumnya, jaksa menuntut Udin dengan pidana pejara selama enam tahun, dan denda sebesar Rp 500 juta subsidair dua bulan penjara.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas