Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Kisah Hijrah Para Petani Boyolali : Dari Bahan Kimia Beralih ke Organik

Para petani Boyolali berpindah menuju sistem yang lebih hijau dan alami atau disebut dengan organik.

Kisah Hijrah Para Petani Boyolali : Dari Bahan Kimia Beralih ke Organik
TRIBUNSOLO.COM/Muhammad Irfan Al Amin
Widodo di tengah ladang pertaniannya. Para petani Boyolali berpindah menuju sistem yang lebih hijau dan alami atau disebut dengan organik. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Muhammad Irfan Al-Amin

TRIBUNSOLO.COM, BOYOLALI - Pencemaran lingkungan akibat polusi udara ternyata tidak hanya berimbas pada lingkup masyarakat perkotaan saja.

Namun juga pada masyarakat pedesaan yang mata pencahariannya adalah petani.

Baca: Mengenal Aquagriculture, Pertanian Modern Berbasis Aquaculture

Baca: Pertanian Penyelamat RI dari Ancaman Resesi Ekonomi

Salah satunya adalah para petani di Dukuh Jayan, Desa Gedangan, Kecamatan Cepogo, Kabupaten Boyolali.

Daerah ini letaknya 12 kilometer dari pusat pemerintahan Kabupaten Boyolali.

Jarak yang jauh dari keramaian pusat kota dan wilayahnya yang berada di ketinggian, dengan kisaran 1500 meter di atas permukaan laut.

Hal itu tidak membuat wilayah Dukuh  Jayan bebas dari ancaman pencemaran lingkungan.

Ketua Kelompok Tani Utomo Jayan, Widodo, menyadari hal tersebut.

Ia meyakini, kesuburan tanahnya serta tanah milik warga sekitarnya telah mengalami penurunan.

Hingga akhirnya di tahun 2008, muncullah kesadaran untuk hijrah dari sistem pertanian lama yang masih mengandalkan bahan kimia dalam penyemprotan hama dan pemupukan.

Halaman
1234
Editor: Aji Bramastra
Sumber: TribunSolo.com
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas