Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Hari Pendidikan Nasional

Kisah Guru di Pedalaman Jembrana, Mengajar di Sekolah yang Mepet Hutan

Guru di Jembrana, Anak Agung Putu Agung Adhitya berbagi cerita bagaimana kesehariannya mengajar di sekolah yang jaraknya hanya 1 kilometer dari hutan.

Kisah Guru di Pedalaman Jembrana, Mengajar di Sekolah yang Mepet Hutan
Tribun Bali/Made Ardhiangga Ismayana
Anak Agung Putu Agung Adhitya Satria Utama 

TRIBUNNEWS.COM, NEGARA - Sang ujung tombak pendidikan, guru selalu punya kisah tersendiri.

Mereka menjadi tumpuan terpenting dalam dunia pendidikan di Indonesia.

Perjuangan mereka dalam mengajar tak jarang membuat decak kagum.

Hal ini pulalah yang ditunjukkan dari perjuangan seorang guru di Jembrana, Anak Agung Putu Agung Adhitya Satria Utama,S.Pd.

Ia berjuang penuh untuk pendidikan dasar putra-putri Jembrana.

Baca juga: Cerita Perjuangan Guru di Masa Pandemi: Antar Langsung Soal Ujian Hingga Nombok Ratusan Ribu Rupiah

Gung Adhitya sendiri merupakan alumni dari Undiksha Singaraja tahun 2013.

Di tahun 2013 itu pulalah dirinya langsung mendaftar sebagai PNS di Jembrana sebagai tenaga pendidik sekolah dasar.

Kemudian dirinya langsung mengajar di SDN 3 Tegalcangkring mulai tahun 2014 silam, atau sekitar tujuh tahun yang lalu.

Mengajar di Tengah Pandemi saat Teknologi Belum Mumpuni

Sebagai guru di tengah masa pandemi, Gung Adhitya mengaku, bahwa sebagai seorang guru, memang menjadi tantangan tersendiri.

Halaman
1234
Penulis: Theresia Felisiani
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas