Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Fakta-fakta Perampokan Bank BUMN di Sumsel, Pelakunya Mantan Satpam

Perampokan terjadi di sebuah bank BUMN di Pagaralam, Sumatera Selatan, Jumat (16/7/2021) siang.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Hasanudin Aco
zoom-in Fakta-fakta Perampokan Bank BUMN di Sumsel, Pelakunya Mantan Satpam
Kolase Tribunnews.com: Sripoku.com/Wawan dan Sripoku.com/Istimewa
(Kiri) Foto pelaku saat diamankan pihak kepolisian dan (Kanan) Polisi saat melakukan oleh TKP. 

Sisanya Rp 10 juta masih dalam rekening pelaku, sedangkan Rp 500 ribu sudah dipakai pelaku untuk makan selama pelariannya.

"Saat ini rekening pelaku sudah diblokir. Pelaku selain kita kenakan pasal 365 juga ditambah pasal untuk pencucian uang dengan maksimal hukuman 15 tahun penjara," jelas Kapolres.

Sebelumnya aksi perampokan siang bolong terjadi di sebuah bank di Kota Pagaralam, Sumatera Selatan (Sumsel), Jumat (16/7/2021).

Belakangan diketahui pelakunya adalah Hendro Kurniawan (35), yakni mantan Satpam di bank tersebut.

Baca juga: KRONOLOGI Pria Rampok Bank Siang Bolong, Masuk Lewat Pintu Belakang Lalu Sandera Seorang Karyawati

Siang itu, saat pegawai pria di bank melaksanakan sholat Jumat, Hendro menyatroni bank tersebut.

Bermodalkan senjata tajam, ia seorang diri melakukan perampokan.

Di dalam bank hanya terdapat karyawati, memudahkan pria 35 tahun itu masuk ke dalam bank.

Rekomendasi Untuk Anda

Hendro yang merupakan mantan satpam di bank itu memudahkan dia untuk masuk. Sebab ia mengetahui seluk beluk kantor bank tersebut.

Namun pelaku diduga sempat ingin mengurungkan niat untuk merampok, tapi pada saat melihat karyawan keluar dari pintu belakang berangkat shalat Jumat, pelaku kembali lagi sekaligus masuk untuk mengambil apa yang ada di dalam kantor.

"Jika dilihat dari gerak-gerik dari rekaman kamera CCTV jika pelaku ini diduga kuat sudah sangat mengenal area kantor," kata kepala cabang.

Sandera Karyawati

Masih dikatakan kepala cabang, pelaku terlihat sangat tahu letak ruang penyortiran uang dan bisa tahu di mana pintu masuk yang tidak ada petugas keamaan.

Ia mengatakan, saat pelaku masuk di ruang penyortiran uang, tidak menemukan uang.

Pelaku yang membawa senjata tajam sempat melakukan penyanderaan dan penyekapan terhadap seorang karyawati di bagian dana dan jasa.

"Tak menemukan uang di ruang penyortiran, pelaku kemudian masuk ke ruang teller. Nah, di ruang teller inilah, pelaku menemukan uang di dalam keranjang dan mengambilnya tanpa sisa," tambahnya.

Sumber: Sriwijaya Post
Halaman 2/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas