News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Konflik Palestina Vs Israel

Asalkan Tak Terkait Israel, Houthi Janjikan Jalur Aman bagi Kapal Rusia dan China di Laut Merah

Penulis: Nuryanti
Editor: Sri Juliati
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ilustrasi - Kapal kargo Galaxy Leader yang dibajak kelompok militan Houthi Yaman saat berlayar di Laut Merah menuju Israel pada November 2023. Perjalanan di Laut Merah aman selama kapal-kapal tersebut tidak terkait dengan negara-negara tertentu, khususnya Israel.

Houthi mengatakan serangan itu merupakan respons terhadap pemboman Israel di Gaza.

Kelompok Houthi menguasai provinsi utara Saada sebelum merebut Ibu Kota, Sanaa, setelah membentuk aliansi yang tidak terduga dengan Saleh dan pasukan keamanan yang masih setia kepadanya.

Pada 2015, pemberontak merebut sebagian besar wilayah barat Yaman dan memaksa Hadi melarikan diri ke luar negeri, dilansir BBC.

Negara tetangganya, Arab Saudi, khawatir Houthi akan mengambil alih Yaman dan menjadikannya satelit dari saingannya, Iran.

Ini membentuk koalisi negara-negara Arab yang melakukan intervensi dalam perang.

Ilustrasi - Anggota Houthi berpatroli di Laut Merah dan menunjukkan solidaritasnya terhadap warga Gaza pada 4 Januari 2024. (AFP)

Namun, serangan udara dan pertempuran darat selama bertahun-tahun belum berhasil mengusir kelompok Houthi dari sebagian besar wilayah yang mereka rebut.

Arab Saudi kini berusaha membuat perjanjian damai dengan Houthi dan gencatan senjata yang ditengahi PBB telah berlaku sejak April 2022.

Perang tersebut telah menewaskan lebih dari 160.000 orang, menurut Proyek Data Lokasi & Peristiwa Konflik Bersenjata (ACLED).

Lebih dari empat juta orang telah mengungsi.

Update Perang Israel-Hamas

Diberitakan Al Jazeera, pemadaman telekomunikasi yang hampir total di Jalur Gaza memasuki hari ketujuh pada hari Jumat, sehingga menyulitkan informasi untuk keluar dari wilayah tersebut di tengah serangan Israel yang terus menerus.

Kementerian Luar Negeri Palestina menuduh Israel melakukan 15 'pembantaian', yang menewaskan 172 orang dengan kedok pemadaman komunikasi di Gaza.

Baca juga: Tarif Kargo Udara Ikut Naik Gegara Serangan Houthi, Inflasi Hantui Pasar Global

Lima orang tewas akibat serangan udara Israel terhadap sebuah bangunan perumahan di sebelah barat Khan Younis di Gaza selatan.

Kondisi di rumah sakit Nasser milik Khan Younis menjadi 'tak tertahankan', menurut seorang dokter yang bekerja di sana, ketika Israel menyerang di sekitar fasilitas tersebut, yang menyebabkan ribuan orang mengungsi.

Departemen Luar Negeri AS mengatakan “dukungan terhadap Israel tetap kuat” meskipun PM Israel menolak pendirian AS mengenai pembentukan negara Palestina.

Pasukan Israel terus menguasai sebagian Tulkarem dan daerah sekitarnya di Tepi Barat yang diduduki di bawah pengepungan hari kedua.

Setidaknya 24.620 orang tewas dan 61.830 luka-luka dalam serangan Israel di Gaza sejak 7 Oktober 2023.

Revisi jumlah korban tewas di Israel akibat serangan Hamas 7 Oktober mencapai 1.139 orang.

(Tribunnews.com/Nuryanti)

Berita lain terkait Konflik Palestina Vs Israel

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda

Berita Populer

Berita Terkini