Petempur Ukraina di Azovstal Menyerah, Kebohongan Presiden Zelensky Terungkap
Total ada 1.730 petempur Ukraina telah menyerah tanpa syarat kepada pasukan Rusia di Mariupol sejak 16 Mei 2022.
Penulis: Setya Krisna Sumarga
Setelah mengunjungi rumah sakit, delegasi melanjutkan kunjungan ke kamp militer khusus untuk tentara Ukraina yang ditawan.
Lokasinya di Yelenovka, dan semua pengelolaan menyesuaikan persyaratan Konvensi Jenewa tentang Perlakuan Tawanan Perang.
Wakil Perdana Menteri Ukraina Irina Vereshchuk sebelumnya menawarkan diri tempat penampungan di kota Energodar di wilayah Zaporozhye.
Wilayah ini berada di bawah kendali Rusia. Tapi usulan ditolak karena sejumlah alasan objektif, terutama terkait keamanan.
Di kamp penahanan baru itu, semuanya diatur secara resmi mulai pemeriksaan awal dokumen dan lain sebagainya.
Berdasar kunjungan itu perwakilan Ukraina mengaku Rusia sudah mematuhi syarat perlakuan tawanan perang.
Antara lain, ruangan yang dipakai menahan tidak ada palang di jendelanya. Alexander Ivanovich mengatakan penyediaan fasilitas ini dilakukan cepat di garis depan.
Tawanan Mengaku Tak Ada Keluhan
Ia menolak mengomentari lebih jauh terkait kondisi tahanan. “Lebih baik orang itu sendiri yang mengatakannya. Mereka mengatakan mereka tidak memiliki keluhan,” katanya.
Delegasi mengunjungi tahanan baik kelompok pria maupun wanita. Mereka terlihat berbicara, memastikan tidak ada yang menyiksa, tidak ada yang mengejek mereka.
Memastikan mereka diberi makan, dirawat, dan diberikan semua yang mereka butuhkan. “Saya tahu misi ini dilakukan. Itu sangat sulit. Ada banyak upaya di semua pihak untuk mencapai kompromi,” kata Alexander Kovalev.
“Apa yang kita lihat hari ini, jelas, semua yang dijanjikan telah dilakukan. Para dokter melakukan banyak pekerjaan mengobati yang terluka pada siang hari,” imbuhnya.
Direktorat Intelijen Utama Staf Umum Federasi Rusia memiliki andil besar pada proses penyerahan diri petempur di Azovstal.
Proses akan terus berlanjut, hingga semua yang tersisa di komplek pabrik baja itu keluar dan berada di bawah pengawasan pasukan Rusia.
Jatuhnya kubu Ukraina di Azovstal mengungkapkan taktik berdarah komando militer Ukraina yang merusak moral prajuritnya.
Bagi Federasi Rusia, ini merupakan tonggak penting pada tahap perang ini. Jatuhnya Azovstal berarti kendali penuh atas Mariupol oleh mereka.(Tribunnews.com/Southfront/xna)
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.