Nikmati berita interaktif dan LIVE report 24 jam hanya di TribunX
Tribun

Tiga Cara Intelijen Asing Ikut Cawe-cawe di Pilpres 2024, Ini Modus yang Bisa Dipakai

Polisi mengantisipasi kemungkinan adanya campur tangan atau intervensi intelijen asing pada Pemilu dan Pilpres 2024.

Editor: Hasanudin Aco
zoom-in Tiga Cara Intelijen Asing Ikut Cawe-cawe di Pilpres 2024, Ini Modus yang Bisa Dipakai
Tribunnews/JEPRIMA
Pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden Ganjar Pranowo dan Mahfud MD menunjukkan nomor urut 3 disaksikan pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar serta Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka saat pengambilan nomor urut Capres dan Cawapres 2024 di halaman Gedung KPU RI, Jakarta Pusat, Selasa (14/11/2023). Hasil pengundian nomor urut pasangan Capres dan Cawapres yaitu Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar mendapat nomor 1, Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka mendapat nomor urut 2, Ganjar Pranowo dan Mahfud MD mendapat nomor urut 3. Tribunnews/Jeprima 

"Untuk anggaran 2024, sebanyak Rp1 triliun dengan alokasi Rp53,6
miliar untuk operasi pusat dan Rp96,3 miliar untuk operasi daerah," tukas Fadil.

Fadil Imran mengatakan pihaknya menggelar tiga model operasi untuk pengamanan
Pemilu 2024.

"Ada tiga operasi yang dijalankan oleh Polri mulai tanggal 19 Oktober 2023
sampai dengan 21 Oktober 2024, selama 222 hari," kata Fadil.

Dia menuturkan tiga model operasi itu yakni operasi nusantara cooling system, operasi
Mantap Brata, dan operasi kontijensi.

Operasi itu dilakukan mulai dari tahap pendaftaran capres-cawapres sampai pengucapan sumpah janji presiden dan wakil presiden.

Fadil menjelaskan operasi nusantara cooling system adalah untuk mendeteksi
penyelidikan, pengamanan tertutup, penggalangan intelijen dan penggalangan eskalasi
pada potensi sampai dengan ambang gangguan.

"Kedua operasi Mantap Brata, operasiMantap Brata adalah operasi pengamanan ambang gangguan dan gangguan nyata dalam Pemilu serentak tahun 2023-2024," ucapnya.

Berita Rekomendasi

Sementara operasi kontingensi, dia menjelaskan bertujuan kepada penanganan gangguan nyata. "Bersifat kontijensi yang disebabkan oleh konflik sosial bencana alam dan terorisme," ungkapnya. 

Dikatakan Fadil, dua per tiga kekuatan Polri dikerahkan untuk mengamankan pemilu
2024.

Sementara sepertiganya dikerahkan untuk melaksanakan kegiatan rutin kepolisian. "Apabila terjadi peningkatan eskalasi gangguan Kamtibmas, maka situasi kontijensi dapat diberlakukan dengan di bawah kendali Dankor Brimob Polri untuk mempersiapkan pasukan power on hand yang terpisah dengan pasukan Brimob yang disediakan untuk Operasi Mantap Brata," kata Fadil. 

Polri telah menyiapkan 25 ribu personel pasukan Brimob. Lalu 4.756 pasukan Dalmas
Nusantara dan 115 personel Densus 88 Antiteror. 

"Terdapat pula 2.184 personel yang menjadi power on hand Kapolri sebagai penanganan kontijensi yaitu Aman Nusa I berisi tentang konflik sosial, kedua aman Nusa II berisi penanganan bencana alam, dan ketiga Aman Nusa II berisi tentang penanganan terorisme," imbuhnya.

Sumber: Kompas.com/Tribunnews.com (mam/riz/frs/dod)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
© 2024 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas