Nikmati berita interaktif dan LIVE report 24 jam hanya di TribunX
Tribun

Survei The Intiative Institut, Elektabilitas Khofifah Kalah Tipis dengan Gus Ipul

Lembaga Survei The Intiative Institut (TII) merilis hasil suveri terbarunya, Minggu (22/10/2017).

Editor: Sugiyarto
zoom-in Survei The Intiative Institut, Elektabilitas Khofifah Kalah Tipis dengan Gus Ipul
Tribunnews.com / Rizal Bomantama
Pasangan cagub dan cawagub yang diusung PDIP di Pilkada Jatim 2018 Gus Ipul dan Abdullah Azwar Anas berfoto bersama usai menerima rekomendasi dari Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri di DPP PDIP, Jakarta Pusat, Minggu (15/10/2017). 

Oleh karena besarnya dua kekuatan inilah, Airlangga pesimistis akan ada calon potensial lain yang bisa mengimbangi atau bahkan mengungguli Gus Ipul maupun Khofifah di posisi gubernur.

"Peluang terbentuknya tiga poros atau bahkan lebih pada pilkada mendatang masih cukup besar," ujar Airlangga yang juga dosen Universitas Negeri Airlangga (Unair) Surabaya ini.

"Meskipun demikian, kekuatannya akan sulit mengungguli dua calon ini. Sehingga, peluangnya tak akan lebih untuk mengikis suara saja," ujarnya.

Apalagi, kata Airlangga, figur religius yang selama ini menjadi latar belakang utama dalam mempertimbangkan memilih calon, sudah melekat pada dua figur ini.

Sehingga, bagi figur lain yang akan mencalonkan diri di luar poros Khofifah dan Gus Ipul harus berkerja lebih ekstra.

"Meskipun demikian, tingkat keterpilihan masih sangat terbuka akan berubah. Selain angka elektabilitas yang masih di bawah lima puluh persen, selisih antar calon pun kurang dari sepuluh persen," jelas Airlangga.

"Sehingga, kalau ingin bersaing, kandidat harus ekstra untuk meningkatkan popularitas, sekaligus mencerminkan latarbelakang religius," pungkas Airlangga.

Berita Rekomendasi

Di luar nama Gus Ipul, Khofifah, Risma, hingga Anas, TII memotret beberapa figur alternatif yang bisa maju menjadi calon gubernur.

Di antaranya, MH Said Abdullah (Anggota DPR RI), Hasan Aminuddin (Anggota DPR RI dari Nasdem), La Nyalla Mattalitti (Ketua Kadin Jatim), hingga Emil Dardak (Bupati Trenggalek).

Meskipun demikian, tingkat keterpilihan masih sangat kecil, yakni dibawah 10 persen.

Survei terbaru TII dilakukan pada 6 September hingga 20 September 2017 lalu.

Menggunakan pendekatan multistage random sampling, survei ini melibatkan 1016 responden yang tersebar di 108 desa/kelurahan se-Jatim.

Angka margin of error survei ini mencapai 3,2 persen dan tingkat kepercayaan sebesar 95 persen.

Sumber: Surya
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
© 2025 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas