Helikopter Apache Israel Tewaskan Tentaranya Sendiri dan Warga Sipil Saat Serangan Hamas?
pilot helikopter Apache Israel sulit membedakan antara pejuang Hamas, penjarah Palestina yang mengenakan pakaian sipil, dan warga Israel.
Penulis: Hasiolan Eko P Gultom
"Divisi tersebut terpaksa meminta serangan udara terhadap pangkalan itu sendiri untuk memukul mundur para Hamas.”
Contoh serupa terjadi di Sderot, sebuah kota berpenduduk 30.000 jiwa yang terletak 12 kilometer dari perbatasan Gaza, selama serangan Hamas pada 7 Oktober.
Jurnalis Stephanie Freid dari CGTN Tiongkok mengunjungi Sderot seminggu kemudian.
Dia melaporkan bahwa Sderot adalah kota yang diambil alih oleh pejuang Hamas.
"Banyak orang terbunuh, dan terjadi baku tembak. Dan buktinya ada di reruntuhan kantor polisi ini. Itu diambil di sini. Hingga 20 orang di sini terbunuh, termasuk tahanan yang ditahan di stasiun tersebut,” kata dia dalam laporannya.
Para pejuang Hamas dan tawanan polisi mereka tampaknya tewas ketika pasukan Israel melepaskan tembakan ke stasiun tersebut dengan sebuah tank.
Mencari tahu apa sebenarnya yang terjadi pada 7 Oktober 2023 menjadi penting karena hal tersebut menjadi legitimasi bagi IDF melakukan bombardemen Gaza dari udara dan darat hingga korban jiwa jatuh lebi dari 10 ribu jiwa sejauh ini.
(oln/tc/hrtz/ya/*)
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.